• Jelajahi

    Copyright © Kabar Bugar | Bugar adalah Investasi Terbaik untuk Diri Sendiri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    7 Faktor Penyebab Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

    Jumat, 08 Desember 2023, Desember 08, 2023 WIB Last Updated 2023-12-31T07:33:52Z


    Serangan jantung merupakan penyakit yang sangat serius dan mengancam jiwa. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terputus secara tiba-tiba. Serangan jantung seringkali berakibat fatal.

    Faktanya, orang yang selamat dari serangan jantung berisiko lebih tinggi terkena komplikasi seperti aritmia, serangan jantung, dan bahkan gagal jantung. Serangan jantung bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa Anda sadari.


    Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai faktor penyebab serangan jantung agar dapat melakukan tindakan pencegahan dan menghindari risiko terjadinya kondisi berbahaya tersebut. 


    Faktor Penyebab Serangan Jantung Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, serangan jantung disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke otot jantung. 


    Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini 


    1. Penyakit Jantung Koroner 


    Penyakit jantung koroner merupakan  penyebab utama terjadinya serangan jantung. Kondisi ini terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah yang menyuplai darah ke jantung. 


    Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh lemak seperti kolesterol yang menumpuk dan membentuk plak. Plak  menempel pada dinding pembuluh darah dan dapat menghalangi aliran darah ke pembuluh tersebut seiring waktu. 


    2. Hipoksemia 


    Hipoksemia adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen dalam darah. Hipoksemia dapat terjadi ketika paru-paru tidak dapat menghasilkan cukup oksigen  atau ketika oksigen tidak dimasukkan ke dalam darah. 


    Akibatnya, jantung mungkin kekurangan oksigen. Dalam jangka panjang, hal ini dapat merusak otot jantung dan menyebabkan serangan jantung. 


    3. Kejang Arteri Koroner (CAS) 


    Kejang Arteri Koroner (CAS) adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan serangan jantung. CAS disebabkan oleh penyempitan  arteri. Penyempitan pembuluh darah  dapat membatasi aliran darah ke jantung. 


    Penyempitan pembuluh darah akibat CAS biasanya bersifat sementara, namun dapat menyebabkan nyeri dada dan serangan jantung jika tidak segera ditangani. 


    4. Penyakit Kawasaki  


    Penyakit Kawasaki  atau penyakit Kawasaki adalah suatu peradangan yang terjadi pada pembuluh darah. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun.

     

    Penyakit Kawasaki menyebabkan peradangan  pada pembuluh darah dan dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam kesehatan jantung. Penyakit Kawasaki yang tidak segera diobati dapat menyebabkan peradangan pada otot jantung, irama jantung tidak normal, bahkan serangan jantung.


    5. Terlalu banyak berolahraga 


    Selain penyakit tertentu,  serangan jantung juga bisa disebabkan oleh kehidupan sehari-hari. Misalnya saja berolahraga berlebihan atau berolahraga terlalu berat. 


    Penelitian menunjukkan bahwa olahraga berlebihan dan tiba-tiba pada orang yang berisiko terkena penyakit jantung dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau serangan jantung mendadak. 


    Selain itu, aktivitas olahraga yang melebihi kemampuan tubuh juga dapat menyebabkan terjadinya aritmia. 


    6. Penyalahgunaan Narkoba 


    Menggunakan obat-obatan seperti kokain dan ganja yang tidak diresepkan oleh dokter dapat meningkatkan risiko serangan jantung. 


    Pasalnya, penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan efek samping pada pembuluh darah sehingga dapat mempengaruhi aliran darah ke jantung. 


    7. Sering menggunakan obat pereda nyeri  


    Selain pengobatan, penggunaan obat pereda nyeri berlebihan juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan aspirin dapat menimbulkan berbagai efek samping. Misalnya, peningkatan tekanan darah atau berkembangnya bekuan darah di  arteri. 


    Keduanya merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Oleh karena itu, konsumsi obat pereda nyeri sebaiknya dilakukan sesuai anjuran  dokter, terutama bagi orang yang berisiko terkena penyakit jantung.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Artikel Kebugaran

    +